huhuh

Photobucket

Sabtu, 04 Juli 2009

trik netcut


Februari 27, 2009 oleh early
Terpikirkan oleh saya seandainya, saya bisa menggunakan hotspot secara sendirian dan tidak ada satupun yang boleh nyambung dalam hotspot itu begitu enaknya ya internetan. Saya kemudian browsing di internet, lalu muncullah sebuah software NetCut……….! Kita mulai yach, jangan langsung ketujuannya dulu. Cari dulu dasar teorinya…heeee.
Naah dapet ilmukan meski dikit-dikit.Pertanyaannya sekarang bisakah kita mencuri bandwidth? jawabannya insyaallah tidak. Bandwidth hanya bisa dialihkan atau dibagi kepaha pihak lain. Artikel ini sebenarnya juga hanya mengalihkan bandwidth yang ada kepada kita sebagai pengguna otoritas. Sehingga pihak lain yang akan menggunakan hotspot tidak dapat menggunakan bandwidth, atau bandwidth yang seharusnya dia dapatkan dialihkan kepada kita.


Instalasi Program netcut
1. Extrax file yang barusan didownload
2. Kemudian Double click netcut.exe
3. Ikutilah prosedure selanjutnya, sama halnya menginstall program pada umumnya
4. Selanjutnya Restart komputermu.
5. Setelah itu jalankan program netcutnya
6. Tinggal pilih IP target terus klik cut off. Voila ikan bakar pun jadi! ngga deng, Ip target tsb bakalan RTO ampe mampus atau sampe anda meresume nya lagi ato program ini di close
7. Klo udah di matiin smua IPnya [kecuali IP anda sndiri dan Gateway] brati smua koneksi hotspot menjadi milih anda!!!!!
MWUAAHAHAHAH silahkan tersenyum sinis memandang orang2 lain yang bingung [kok internet gw mati ya apa gara2 gw tadi kentut? emangnya sampe sebau itu]. Nah yang harus diinget liat deh di kolom kanan kan ada bahasa ilmiah ga jelas yang bacanya Gateway IP, nah kalo menurut hipotesis gw itu tuh gateway menuju server jadi kalo itu lo cut off yaudah brati semua orang di list kolom kiri bakalan mati [wong ip gateway dimatiin yaealaaa..] Oh iya kalo ga salah, netcut juga bisa dipakai di LAN juga, jadi silahkan dicoba.
download aja disini

http://rapidshare.com/files/251877163/1356cd28872ad1fa96d1022ab3c43ce0.rar.html


Selengkapnya...

Kamis, 02 Juli 2009

KONFICKER


hy bro...
da virus terbaru nih.... namanya KONFICKER...
neh virus udah buat F.B.I nyerah banget... mksd nya bkan nyerah karena gk bisa buat antivirusnya...

tapi nyerah karena susah nyari pelaku yang ngebuat nih virus... F.B.I buat sayembara berhadiah.... hadiah nya $250.000... kira2 di Rp jadinya Rp20 juta...
klo ada yang bisa mencari siapa yang membuat nih virus...
virus ini biasanya nyerang warnet
Virus Downadup sudah menjangkiti jutaan komputer di seluruh dunia. Ia menulari komputer melalui password jaringan, software Windows yang belum di-patch, dan terutama melalui USB stick. Karena virus ini dapat men-disable auto update dari Microsoft dan perusahaan-perusahaan anti virus, maka sistem kekebalan komputer Anda menjadi lemah dan rentan terhadap serangan-serangan dari luar.


mengetahui apakah komputer kita sudah terserang virus ini?

Biasanya setelah men-scan komputer dengan anti virus, kita akan mendapati warning yang menyatakan bahwa komputer kita sudah terinfeksi oleh Downadup, Kido, atau Conficker, yang biasanya disebutkan dengan nama-nama sebagai berikut:

• Net-Worm.Win32.Kido
• W32/Conficker.worm.gen
• Worm.Conficker
• W32.Downadup
• W32/Downadup.AL
• W32/Confick-A
• Win32/Conficker.A
• Mal/Conficker
Lalu terjadi connection dan Windows Errors, antara lain:
• Auto update dari Microsoft dan auto update anti virus berulang kali gagal
• Tidak dapat meng-update Windows Defender
• Munculnya random errors “svchost”
• Tidak dapat browsing ke situs-situs yang menyediakan penangkal untuk virus ini (misalnya tidak bisa browsing ke www.microsoft.com)
Selain itu, layanan-layanan Windows tidak dapat bekerja, misalnya:
• wuauserv: Windows Automatic Update Service
• BITS: Background Intelligent Transfer Service
• wscsvc: Windows Security Center Service
• WinDefend: Windows Defender Service
• ERSvc: Windows Error Reporting Service
• WerSvc: Windows Error Reporting Service

Bagaimana cara penyebaran virus ini?
Virus ini menyebar dengan empat cara, yaitu:
• Dengan mengeksploitasi PC Windows yang belum di-patch yang terhubung pada suatu jaringan
• Dengan serangan “brute force dictionary” terhadap password administrator yang menggunakan password yang lemah
• Dengan menginfeksi removable drive stick (thumb drive)
• Dengan menggunakan Windows scheduled tasks dan Autorun untuk menginfeksi ulang PC yang sudah dibersihkan dengan anti virus (makanya, jangan keburu senang jika anti virus kita menyatakan bahwa komputer kita sudah bersih, karena setelah re-start, virus tersebut akan hadir lagi jika dilakukan scan ulang)

Setelah mengenai komputer, maka virus ini akan:
• Menggandakan diri ke dalam folder system Windows (misalnya C:\\Windows\System 32)
• Mengubah registry Windows
• Mengganti akses klik kanan dan registry keys supaya pengguna tidak dapat mengubah dan menghapusnya
• Membuatnya mampu me-restart saat Windows di-start
• Menghubungi suatu situs dengan IP address umum (misalnya http://www.getmyip.org) untuk menemukan IP address komputer kita
• Mendownload versi-versi modifikasi dari virus itu sendiri dari sejumlah websites berdasarkan waktu dan tanggal yang sangat susah untuk diprediksi kapan akan terjadi
• Memulai sendiri web server pada random port dari PC kita untuk mendownload virus yang sudah dimodifikasi

Cara menanggulangi virus tersebut:
Pertama-tama, cobalah hilangkan virus tersebut dengan Microsoft Windows Malicious Software Removal Tool. Namun jika komputer kita telah terinfeksi virus ini, besar kemungkinan semua sites yang menjadi host tool ini sudah di-block olehnya. Maka kita dapat mendownloadnya secara gratis dari website Microsoft’s content distribution network di:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…90830-v2.6.exe
Untuk komputer berbasis Vista x64, Windows XP x64 and Windows 2003 x64, dapat mendownload tool tersebut secara gratis dari:
http://mscom-dlcecn.vo.llnwd.net/dow…0-x64-v2.6.exe
Jika Windows tool tersebut gagal, kita juga dapat mencoba menggunakan K7 Antivirus atau K7 Computing Free Virus Removal Tool. Karena domain-nya juga sudah di-block oleh si virus, gunakan link di bawah ini untuk mendownloadnya:
http://70.32.74.100/tools/k7downadupremover.zip
Setelah instalasi, langkah-langkah yang dianjurkan untuk dilakukan adalah:
• Meng-update versi terbaru dari tool ini
• Me-restart Windows di safe mode
• Menjalankan full system scan
• Menghapus semua file yang sudah terinfeksi virus ini
• Re-start Windows dalam normal mode
Fix Windows Registry
Virus ini, seperti layaknya jenis-jenis virus lainnya, selalu momodifikasi Windows Registry. Maka jangan lupa untuk men-scan dan mem-fix Windows Registry dengan Regcure/Mindsoft Utilities/RegDefense atau tools sejenisnya.
Setelah fixing windows registry, disarankan untuk selalu meng-update Windows Anda.

Disable AutoRun and AutoPlay
Sangat dianjurkan untuk men-disable AutoRun dan Auto{lay untuk menghindari infeksi virus sejenis di masa mendatang.
AutoRun dan AutoPlayadalah salah satu feauture default dari Windows yang memungkinkan media dan devices untuk meluncurkan program dengan menggunakan perintah-perintah terdaftar di “autorun.inf” yang tersimpan di medium’s root directory. Para pencipta malware sangat menyukai AutoRun dan AutoPlay karena susah untuk di-disable dan mudah untuk dieksploitasi.
Untuk men-disable AutoRun dan AutoPlay secara cepat dan mudah, kita dapat melakukannya dengan cara:
• Mendownload secara gratis tool DisableAuto 0.2 (Softpedia) secara gratis dari website http://www.softpedia.com/get/Tweak/R…ableAuto.shtml
• Unzip file-nya. Maka akan muncul sebuah reg file yang disebut “disableauto.reg”
• Double klik Reg file tersebut untuk memodifikasi Registry
• Reboot Windows. Sekarang AutoPlay dan AutoRun sudah dalam status disabled. Tapi kita masih bisa meng-akses dan menjalankan semua media secara manual.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Diintisarikan dan diterjemahkan dari sumber: www.downadup.com. Untuk informasi yang lebih lengkap dan mendetail, silakan kunjungi situs tersebut.

Info Tambahan, saya saat mengatasi virus downadup/konficker:
Ciri Jika terkena virus ini, flashdisk akan muncul file autorun.inf & file folder recycler yg berisi jwgkvsq.vmx, semua situs antivirus dan microsoft tidak bisa diakses.

1. Download MS08-67 vulnerability patch dan jalankan (kalo download pake komputer yang udah kena virus ini ngga akan bisa)
2. Download remover tool disini

3. Unzip dan ekstrak di desktop.
4. Cabut kabel Lan jika ada
5. Jalankan file Anti-Downadup-graphics.exe yang ada di folder Removal Tool tadi
6. Tunggu sampai selesai. Kemudian restart komputernya

anda juga bisa juga pake antivirus PCmedia (PCmav)...
bisa di download di www.virusindonesia.com

Oke semoga membantu, silakan posting lagi kalo masih bermasalah.

Selengkapnya...

Rabu, 01 Juli 2009

Ensiklopedia Serangan Denial of Service

Onno W Purbo
onno@indo.net.id
Tulisan ini merupakan saduran bebas dari tulisan yang sama di PC Magazine http://205.181.113.18/pcmag/pctech/content/17/08/nt1708.002.html dan juga hacktech.org (http://www.hacktech.org). Denial of Service (DoS) merupakan serangan di Internet yang termasuk cukup di takuti karena akan menyebabkan mesin / server tidak bisa beroperasi sama sekali & tidak bisa memberikan servis. Tulisan ini akan mencoba memberikan gambaran secara garis besar teknik dari berbagai serangan telak tersebut. Beberapa teknik telak yang sering digunakan, antara lain adalah:
• Ping of Death.
• Teardrop.
• SYN Attack
• Land Attack
• Smurf Attack
• UDP Flood



Ping of Death menggunakan program utility ping yang ada di sistem operasi komputer. Biasanya ping digunakan untuk men-cek berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sejumlah data tertentu dari satu komputer ke komputer lain. Panjang maksimum data yang dapat dikirim menurut spesifikasi protokol IP adalah 65,536 byte. Pada Ping of Death data yang dikirim melebihi maksimum paket yang di ijinkan menurut spesifikasi protokol IP. Konsekuensinya, pada sistem yang tidak siap akan menyebabkan sistem tersebut crash (tewas), hang (bengong) atau reboot (booting ulang) pada saat sistem tersebut menerima paket yang demikian panjang. Serangan ini sudah tidak baru lagi, semua vendor sistem operasi telah memperbaiki sistem-nya untuk menangani kiriman paket yang oversize.
Teardrop – teknik ini dikembangkan dengan cara mengeksplotasi proses disassembly-reassembly paket data. Dalam jaringan Internet, seringkali data harus di potong kecil-kecil untuk menjamin reliabilitas & proses multiple akses jaringan. Potongan paket data ini, kadang harus dipotong ulang menjadi lebih kecil lagi pada saat di salurkan melalui saluran Wide Area Network (WAN) agar pada saat melalui saluran WAN yang tidak reliable proses pengiriman data menjadi lebih reliable. Pada proses pemotongan data paket yang normal setiap potongan di berikan informasi offset data yang kira-kira berbunyi “potongan paket ini merupakan potongan 600 byte dari total 800 byte paket yang
1 Artikel Populer IlmuKomputer.Com
dikirim”. Program teardrop akan memanipulasi offset potongan data sehingga akhirnya terjadi overlapping antara paket yang diterima di bagian penerima setelah potongan-potongan paket ini di reassembly. Seringkali, overlapping ini menimbulkan system yang crash, hang & reboot di ujung sebelah sana.
SYN Attack- kelemahan dari spesifikasi TCP/IP, dia terbuka terhadap serangan paket SYN. Paket SYN dikirimkan pada saat memulai handshake (jabat tangan) antara dia aplikasi sebelum transaksi / pengiriman data dilakukan. Pada kondisi normal, aplikasi klien akan mengirimkan paket TCP SYN untuk mensinkronisasi paket pada aplikasi di server (penerima). Server (penerima) akan mengirimkan respond berupa acknowledgement paket TCP SYN ACK. Setelah paket TCP SYN ACK di terima dengan baik oleh klien (pengirim), maka klien (pengirim) akan mengirimkan paket ACK sebagai tanda transaksi pengiriman / penerimaan data akan di mulai. Dalam serangan SYN flood (banjir paket SYN), klien akan membanjiri server dengan banyak paket TCP SYN. Setiap paket TCP SYN yang dikirim akan menyebabkan server menjawab dengan paket TCP SYN ACK. Server (penerima) akan terus mencatat (membuat antrian backlog) untuk menunggu responds TCP ACK dari klien yang mengirimkan paket TCP SYN.
Tempat antrian backlog ini tentunya terbatas & biasanya kecil di memori. Pada saat antrian backlog ini penuh, sistem tidak akan merespond paket TCP SYN lain yang masuk – dalam bahasa sederhana-nya sistem tampak bengong / hang. Sialnya paket TCP SYN ACK yang masuk antrian backlog hanya akan dibuang dari backlog pada saat terjadi time out dari timer TCP yang menandakan tidak ada responds dari klien pengirim. Biasanya internal timer TCP ini di set cukup lama. Kunci SYN attack adalah dengan membanjiri server dengan paket TCP SYN menggunakan alamat IP sumber (source) yang kacau. Akibatnya, karena alamat IP sumber (source) tersebut tidak ada, jelas tidak akan ada TCP ACK yang akan di kirim sebagai responds dari responds paket TCP SYN ACK.
Dengan cara ini, server akan tampak seperti bengong & tidak memproses responds dalam waktu yang lama. Berbagai vendor komputer sekarang telah menambahkan pertahanan untuk SYN attack ini & juga programmer firewall juga menjamin bahwa firewall mereka tidak mengirimkan packet dengan alamat IP sumber (source) yang kacau.
Land Attack – dalam Land attack – gabungan sederhana dari SYN attack – hacker membanjiri jaringan dengan paket TCP SYN dengan alamat IP sumber dari sistem yang di serang. Biarpun dengan perbaikan SYN attack di atas, Land attack ternyata menimbulkan masalah pada beberapa sistem. Serangan jenis ini relatif baru, beberapa vendor sistem operasi telah menyediakan perbaikannya. Cara lain untuk mempertahankan jaringan dari serangan Land attack ini adalah dengan memfilter pada software firewall anda dari semua paket yang masuk dari alamat IP yang diketahui tidak baik. Paket yang dikirim dari internal sistem anda biasanya tidak baik, oleh karena itu ada baiknya di filter alamat 10.0.0.0-10.255.255.255, 127.0.0.0-127.255.255.255, 172.16.0.0-172.31.255.255, dan 192.168.0.0-192.168.255.255.
Smurf Attack - jauh lebih menyeramkan dari serangan Smurf di cerita kartun. Smurf attack adalah serangan secara paksa pada fitur spesifikasi IP yang kita kenal sebagai direct broadcast addressing. Seorang Smurf hacker biasanya membanjiri router kita dengan paket permintaan echo Internet Control
2 Artikel Populer IlmuKomputer.Com 3
Message Protocol (ICMP) yang kita kenal sebagai aplikasi ping. Karena alamat IP tujuan pada paket yang dikirim adalah alamat broadcast dari jaringan anda, maka router akan mengirimkan permintaan ICMP echo ini ke semua mesin yang ada di jaringan. Kalau ada banyak host di jaringan, maka akan terhadi trafik ICMP echo respons & permintaan dalam jumlah yang sangat besar. Lebih sial lagi jika si hacker ini memilih untuk men-spoof alamat IP sumber permintaan ICMP tersebut, akibatnya ICMP trafik tidak hanya akan memacetkan jaringan komputer perantara saja, tapi jaringan yang alamat IP-nya di spoof – jaringan ini di kenal sebagai jaringan korban (victim).
Untuk menjaga agar jaringan kita tidak menjadi perantara bagi serangan Smurf ini, maka broadcast addressing harus di matikan di router kecuali jika kita sangat membutuhkannya untuk keperluan multicast, yang saat ini belum 100% di definikan. Alternatif lain, dengan cara memfilter permohonan ICMP echo pada firewall. Untuk menghindari agar jaringan kita tidak menjadi korban Smurf attack, ada baiknya kita mempunyai upstream firewall (di hulu) yang di set untuk memfilter ICMP echo atau membatasi trafik echo agar presentasinya kecil dibandingkan trafik jaringan secara keseluruhan.
UDP Flood pada dasarnya mengkaitkan dua (2) sistem tanpa disadarinya. Dengan cara spoofing, User Datagram Protocol (UDP) flood attack akan menempel pada servis UDP chargen di salah satu mesin, yang untuk keperluan “percobaan” akan mengirimkan sekelompok karakter ke mesin lain, yang di program untuk meng-echo setiap kiriman karakter yang di terima melalui servis chargen. Karena paket UDP tersebut di spoofing antara ke dua mesin tersebut, maka yang terjadi adalah banjir tanpa henti kiriman karakter yang tidak berguna antara ke dua mesin tersebut. Untuk menanggulangi UDP flood, anda dapat men-disable semua servis UDP di semua mesin di jaringan, atau yang lebih mudah memfilter pada firewall semua servis UDP yang masuk. Karena UDP dirancang untuk diagnostik internal, maka masih aman jika menolak semua paket UDP dari Internet. Tapi jika kita menghilangkan semua trafik UDP, maka beberapa aplikasi yang betul seperti RealAudio, yang menggunakan UDP sebagai mekanisme transportasi, tidak akan jalan.

Selengkapnya...

cara mengembalikan regedit

Posted by abumie on July 10, 2007
Download regwork ( dikotak hitam sebelah kiri )
1. install regwork,
2. jalankan regwork masuk ke Hkey_current_user
3. masuk ke software lalu microsoft lalu windows lalu current_version lalu policies lalu explorer pada explorer klik lalu delete semua entry yang ada, lalu pada system klik lalu delete semua entry yang ada.
4. masuk ke software lalu microsoft lalu windows lalu current_version lalu Run klik run dan hapus semua entry yang ada, kemudian tutup regedit dan lihat hasilnya
5. jangan takut untuk mencoba berkali-kali.


Selengkapnya...

dropdown

Google Translate
Arabic Korean Japanese
Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German
Spain Italian Dutch

Masukkan Code ini K1-389BCC-4
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com Photobucket

Followers

 

Copyright © 2009 by PENGETAHUAN